Kelas Gue = Kebun Binatang
Saat Akhir bulan Februari menjelang Maret ada 2 guru yang marah dan keluar dari kelas gue dan gak mau ngajar. Karena saat itu tanggal tua bapak/ibu guru kan uang bulanannya habis terus darah tinggi karena itu yang menyebabkan marah dan karena kelas gue yang super duper ramai, nakal, spektakuler, banyak jablai, tapi kelas gue terkenal kepintaranya karena ada tambahan jam les masak yang ngisi sekitar 50% kelas gue itu sudah terbukti kalau kelas 9D arogan tapi smart.
Pertrama kali guru yang keluar yaitu guru mata pelajaran BHS.indonesia, kenapa dia keluar dan ngambeg karena sebelumnya udah disuruh buat naskah pidato dan disuruh menghafalkan dikasih tenggang waktu 2 minggu. Saat akan dipentaskan seorang temen gue yang telah di panggil bu guru gak mau tampil alasannya belum siap dan belum hafal. Tanpa panjang lebar bu guru langsung menutup daftar nilai lalu pergi menuju ke ruang guru. karena gue sebagai ketua kelas gue langsung menuju ke ruang guru dan langsung meminta maaf.
” Bu, saya mewakili satu kelas merasa salah karena sudah mengecewakan ibu, maukah ibu memaafkannya?”
” Betul tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi?” kata ibu guru
” Ya bu ” jawab gue
Setelah itu gue langsung menuju ke kelas dan langsung mengatur anak buah gue.
Minggu berikutnya.
Saat pelajaran BHS.Inggris dimulai perasaan gue tenang-tenang saja. Karena pada saat itu ibu guru sedang membahas soal TRY OUT di tengah-tengah pembelajaran temen gue ada yang gak memerhatikan pada satu soal lalu di tanya ke ibu guru jawabanya apa. Lalu bu guru menjawab ke temen gue itu, tapi kenapa temen-temen sekelas (kecuali gue) menyorak-i ibu guru dengan menggeretak.
“Bu tadi jawabannya nomor 19 apa?” tem gue nanya
“B” jawab bu guru
“Loh, bu nomor 20 apa gak A” kata semua temen gue.
Gue menggumam dalam hati gue “Semua temen gue ini goblog apa telmi ya tadi ada yang tanya soal 19 kok malah tanya nomor 20”
WAAHHHHHHHH
GOOOBBBLOGGG
Setelah di sorak-i temen-temen gue ibu guru tertekan dan langsung memberesi bukunya ke dalam tas lalu beliau bilang
“SAYA INI BUKAN TUHAN, HANYA MANUSIA BIASA MAAF KALAU SALAH”
Mantap kelas gue menjadi rengking 1 lomba memberontak dan menyorak-i bu guru.
Setelah beberapa minggu kemudian semua Ibu guru masuk ke-kelas gue dan mengajar dengan biasa tidak ada beban apapun.
Tugas Praktek Numpuk
Pada bulan Februari-April 2012 saat yang paling menegangkan dan berdampak depresi buat gue, karena ditengah tugas yang numpuk + siap-siap untuk menghadapi UN.
Saat pertama kali gue dikasih tugas paling berat yaitu BHS.indonesia, Biologi, Fisika, BHS.Jawa, BHS.Inggris, Agama, Kesenian, kenapa gue sebutin itu doang karena masih banyak tugas yang belum gue kerjakan. Kenapa ya bapak/ibu guru ngasih tugas banyak banget. Yang salah ni mata pelajarannya atau gurunya.
BINGUNG SANGET KULA NIKI.
Ditengah jadwal yang padat masih gue sempatin nulis diary di blog gue ini, karena gue gak mau mendam perasaan gue di hati gue doang karena isi hati gue ubtuk kalian semua.
Gue yakin semua tugas yang diberikan bapak/ibu guru akan selesai dengan mudahnya kalau semangat dan berusaha.
Dengan semangat yang gue punya, harus bertekat lulus dan harus bisa masuk ke SMA yang favorite.,
#SATRIYO SPIRIT YOU CAN HAVE THE BATTLE AREA CONQUER ON THE FIELD OF EDUCATION
Welcome SBY
Pertengahan Bulan Februari tepatnya tanggal 17. Disambut dengan meriah dan sepektakuler dan dengan pengawalan yang sangat ketat oleh Aparat keamanan, karena Presiden Indonesia kita yang ke-6 yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono datang ke Sragen, Jawa Tengah untuk berkunjung serta meresmikan hasil dari masyarakat Sragen yang sangat kreatif dan inovatif.
Sehari sebelum SBY datang ke Sragen, keadaan di sekolah gue menjadi spektakuler. Saat hari itu hari jumat yang seharusnya ada pelajaran matematika gue merasa seneng banget karena sudah dipakai untuk menyambut SBY dan bersih-bersih kelas.
Sebelum SBY melintas di sekolahan gue diadakan upacara untuk di beri intruksi dari bapak guru. Dengan pakaian yang rapi dan membawa bendera plastik kecil dengan gagangnya yaitu sedotan, lalu bapak guru memerintahkan anak didiknya untuk membentuk barisan benteng dan merapatkan barisan mulai dari anak kelas 7-9.
Dalam hati, gue merasa kayak anak TK yang merasa kegirangan melihat se-ekor kerbau yang sedang melintas di tepi sungai.
hahahahahahahahahahhahahah
“Ayo kita lempari SBY dengan batu, terus SBY nanti langsung turun dari mobil terus kita salami beliau” Kata Si Galeh
“Goblog kali kau itu, masak mau lo lempar, emang lo gak takut apa sama aparatnya yang lagi ngawal beliau. Dasar tolol lo” jawab gue
Sekitar 20 menit menunggu di trotoar jalan akhirnya rombongan SBY datang dengan kawalan anak buahnya.
Andai besok besar aku bisa jadi presiden, rakyat indoneia gak akan melarat kayak gini.
#mimpi
Dengan mengendarai mobil sedan berwarna hitam mengkilat dan kaca mobilnya di buka setengah, dengan ketawa kecil dan sambil melambaikan tangannya kepada kita semua mobil rombongan SBY pun melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat tujuan.
Dengan kegirangan kawan-kawan dan bapak/ibu guru setaip kelas mesti gak ada yang mengajar lantas jam pelajaran kosong sampai jam pulang sekolah.
Dasar Sialan
Hari Sabtu setelah pulang sekolah, gue diajak temen gue namanya Zaenal maen ke SGM ( Solo Grand Mall ) tujuannya beli HP.
Sekitar jam 2 siang gue di jemput ama Zaenal langsung capcus cabut ke Solo. Perjalanan ke Solo ditempuh dengan mengendarai sepeda motor kira-kira cuman 1/2 jam udah sampai, kok bisa yaaa. Emangnya pakaek burok apa? hahahahahahah
Temen gue ini kalau naik sepeda motor cepet banget, Valentino Rossi aja di salip. Hahahahahhaha
Setelah sampai di SGM gue ama Zaenal langsung masuk dan naik lift ke lantai 4. Sampai di gerai penjualan HP, temen gue bingung kenapa gak ada gerai HP yang menjual Hp yang ia mau beli.
“Yo, Dimana ya kita bisa beli HP *tiiiittt* (sensor merk)?” tanya dia.
“Mana gue tau?” jawab gue.
Kemudian Zaenal tanya ke sebuah gerai disana?
“Mbak ada HP *tiiiittt* (sensor merk) gak?” kata Zaenal
mbaknya jawab ” gak ada dik, di sini sudah gak nyetok lagi. “
“Trus kalau di Solo adanya dimana ya mbak?”
“Coba di Matahari Singosaren ada kyaknya.”
“Ya udah mbak.”
Sebelum turun ke tempat parkir gue ngajak beli minuman dulu. “Milk tea”
“Nal ayo beli minum dulu haus nih.”
“Oke.”
Setelah mendapat sebotol minuman dan tanpa pikir panjang langsung cabut ke Matahari Singosaren.
Lewat JL. Slamet Riyadi dengan melihat-lihat keramaian kota tanpa membawa salah, kita di kejar sama polisi yang gak taunya kita masuk ke jalan yang satu arah.
“Anjing, Nal kita di uber sama polisi.”
“Gawat.” kata Zaenal ke bingungan.
Setelah di cek perlengkapan surat mengemudi, Zaenal cuman bawa STNK doang karena dia belum cukup umur untuk buat SIM. Kemudian STNKnya di bawa sama pak polisi dan di suruh ke pos polisi untuk dimintai keterangan.
“Rumah kamu mana?”
“Masaran pak.” jawab Zaenal
“Bapak kamu kerjanya apa?”
“Penjual pak.” kata Zaenal
“Kamu tau gak kalau kamu sudah melanggar peraturan lalu lintas?”
“Tau pak, maafkan saya” jawab Zaenal.
“Ini gimana pilih sidang atau bayar ditempat?”
“Bayar ditempat aja pak.” kata Zaenal
“Kamu punya uang 180 gak?”
“Punya” kata Zaenal
Kemudian Zaenal langsung membayar uang 180 tanpa pikir panjang dan langsung tancap gas ke Singosaren.
Tiba disana barang yang barang dimaksud juga kosong. Kemudian tanpa pikir panjang kita langsung pulangf tanpa bawa apa-apa.
Kelas Teri
Ujian Nasional akan datang sebelum UN di sekolah gue mengadakan ujian praktek.
Mulai bulan Februari ini gue sama kawan-kawan mulai setres berat karena tugas-tugas mulai menumpuk.
Pertama gue mendapatkan cobaan saat ujian praktek yaitu mata pelajaran seni tari. Gue merasa sangat tertekan karena ini pertama kalinya gue ngedance.
Saat ibu guru memerintahkan anak didiknya untuk membentuk group dance.
Waduhhhhh.,.,
Kelas gue mulai menggila ada yang kegirangan, dan malah ada yang sebel banget sampai-sampai bahasa krama inggilnya (sarkasme) keluar dengan lantang di hadapan gue.
Pertama kali formasi group dance gue 10 anak dan hebohnya setiap kali mau latihan dance kayak siswa mau tawuran.
Yang di kawak i oleh gue, Tomy, Khayan , Dian, Roni ,Selfian, Topik, Mamo, Eko, Jihan.
Dengan keputusan ibu guru yang memerintahkan anak didiknya latihan ngedance dengan kurun waktu 3 minggu ini.
Minggu ke-1.
Pertama kali latihan yang berlokasikan di rumah Dian, yang datang cuma 7 orang saja.
Yaaaa,.
Percuma gue ngebet banget mau ngedance layaknya boyband yang datang aja gak genap 10.
Kemudian diputuskan untuk pulang saja ke rumah masing-masing.
Minggu ke-2
Bertepatkan di rumah dian lagi anak-anak juga gak pada datang.
Gue udah mulai kesel banget atas tingkah laku semua anak abal-abal itu.
Minggu terakhir saat hari sabtu disepakati untuk latihan dan harus datang, tapi anak-anak itu pun membuat alasan sendiri-sendiri.
“Hoeee nanti kita latihan ya, di rumahnya Dian. Kalau gak hadir di coret dari kelompok.” Kata gue lantang.
Tetapi ada yang jawab ya dan bimbang mau ngomong apa!.
Setelah pulang sekolah gue langsung menuju ke sana. Dengan penghianatan temen gue yang keluar dari kelompok dan ikut kelompok lain lalu gue datang I rumahnya dan gue ajak dengan paksaan akhirnya dia mau ikut juga.
Tiba di rumah Dian, dan yang datang cuma 5 orang saja di gawang I oleh gue, Khayan, Tomy, Dian, Rony dan lahirlah BOYBAND bernamakan GOKIL.,.,
Ngakak gue.,.,.,
Hari sabtu pertama kali ngedance langsung dapat lagunya SMASH I HEART U dan dapat gerakan yang gak kalah bagusnya sama boyband indo maupun luar.
Hari minggu mulai latihan dengan semangat dan gigih.
Hari senin pemolesan dance dan penyempurnaan.
Hari selasa hati gue deg-degan karena udah saatnya tampil.
Akhirnya terpanggil sudah kelompok kita.
Tarian yang sangat di sukai oleh ibu guru dan teman-teman semua.
Gue kepikiran untuk merekamnya dan gue unggah di youtube biar terkenal.,.
YaAaAAeeeelaHHHHH
Kasmaran
Cinta membuat orang lupa segalanya. Apakah ada orang yang gak tau tentang cinta?, mesti dia orang bego atau, gak mau membuat bahtera rumah tangga yang harmonis.
Pertama kali gue jatuh cinta pada saat gue duduk di bangku SD. Gue pernah naksir cewek yang kelihatan sempurna di mata gue saat kelas 4 SD. Seribu kali jurus tembakan maut di tolak mentah-mentah, mulai dari surat cinta yang gak taunya malah di baca sama nyokap dan bokap, bokap gue bilang
“Kamu jangan pacaran dulu ya, karena kamu masih kecil.”
“Ya pak.” jawab gue sambil malu-malu keong.
Trus ada juga, gue langsung nembak dengan bermodalkan nekad mulut aja tetapi dengan hati yang tulus. Tapi kenapa gak pernah di terima. Apa kekurangan gue, kurang ganteng?, kurang pintar?, kurang tajir?, walaupun muka gue yang manis-manis gula ini, kepintaran yang lumayan, dan gak tajir-tajir amat, kenapa gue harus di tolak?. Tapi setelah agak putus asa, ada temen gue 2 sekaligus nembak gue dengan membawa coklat, gue jadi heran mau nembak cewek 1 aja susah malah datang sekaligus 2 cewek yang gak kalah gokil sama si dia.
Beberapa bulan kemudian ada teman gue yang beda kelas naksir kepada dia, dengan kegalauan gue kenapa ya gue malah njodohkan temen gue ke dia lewat nomor hp gue yang sempat gue beli di counter hp seharga Rp. 3000,-.
Gue merasa bangga karena gue puas panggil di sayang-sayang, curhat-curhatan, tapi juga merasa kecewa karena hue memakai identitas palsu yaitu nama teman gue yang mau nembak dia. Gue sempet merenung di malam hari yang di temani oleh suara jangkrik dan sinar rembulan yang menyonsong ke arah kamar gue. Kenapa gue malah njodohin dia sama teman gue, gobloknya gue. Lalu nomor yang telah membuat hati gue cenat-cenut di beberapa minggu itu terus gue buang ke tempat yang paling menjijikan ( WC ).
Setelah kelas 6 SD, gue malah di khianati sama temen gue satu kelas, temen gue yang satu kelas malah suka sama dia dengan diam-diam atau TTM ( Teman Tapi Mesra ). Tiba saat UASBN gue bekerja keras untuk bisa masuk ke SMP favorite. Cinta yang penuh tragedi tersebut ku tinggalkan jauh-jauh. Tetapi dalam bekerja keras untuk mendapatkan SMP yang favorite telah sia-sia, karena entah mengapa nilai gue rendah tapi gak rendah banget. Yang gak akan gue lupakan adalah saat gue duduk di bangku sekolah dasar dengan kisah cinta mati satu tumbuh seribu.
Kepuasan
Sore hari setelah nyokap pulang dari kantor, gue langsung ngajak dia cabut ke solo untuk beli BB. Sebelum berangkat gue dan nyokap siap-siap berangkat, karena cuaca gak mendukung diputuskan untuk naik angkutan umum. Diperjalanan gue merasa seneng banget karena BB yang akan dibelikan nyokap adalah hadiah dari hasil kerja keras gue saat Ulangan Semester kemarin dan lumayan dapat rangking 4.
Bus kota yang gue naikin ugal-ugalan karena balapan sama bus yang laen. bus yang di depan gue hampir ambruk karena lewat jalan yang bergelombang sambil nyalip truck.
Dalam hati gue berdoa dan melongok sambil gedek-gedek.
Sampai di operan bis selanjutnya gue ketemu pengamen yang lagunya gak gue kenal.
“Anjing melolong, houu huuuoooo” nyayian si pengamen sambil memetik senar gitarnya.
Lagu apan tuh, masak lirik lagunya cuma itu saja dan di ulang-ulang terus. Turun dari bus kota gue dan nyokap kehujanan tapi gue bersyukur karena hujannya masih hujan air tapi kalau hujan linggis mai gue.
Masuk mall nyokap gue menawari mau beli BB yang apa.
“Kamu mau beli BB yang merek apa ?”
“Yang murah aja” kata gue
“La iya mereknya apa ?”
“Ya gak tau” dengan muka yang sangking gapteknya.
Sampai di counter hp nyokap langsung memilih gerai hp yang komplit. Di sana gue mulai milih-milih. Tapi di sana harganya mahal-mahal yang ada harganya selangit. Nyokap gue langsung bilang ke gue.
“Disini barangnya gak ada semua kan yang kamu inginkan? ” nyokap lanjut bilang “ayo kita ke mall lain aja disana malah lebih lengkap.”
“Ayo” kata gue.
Setelah keluar dari mall gue dan nyokap langsung cari taksi untuk menuju kesana.
Sampai di mall yang bertempatkan di singosaren langsung ke gerai yang sudah di kasih informasi sama bokap yang masih bertugas di kantor.
Setelah dapat dan langsung di instal sekitar 30 menit, adik gue yang berada di rumah telfon nyokap.
“Buk pulang jam berapa ?” kata adik gue yang ketakutan di rumah
“Sebentar lagi, ini masih nginstal.” nyokap gue menjawab
Selesai nginstal dan membayar, langsung cabut pulang tapi sebelum pulang nyokap beli burger untuk adik gue yang ketakutan di rumah. Setelah selesai muter-muter gak karuan dan membeli burger untuk adik. Gue dan nyokap langsung cari taksi untuk cabut pulang.
Si Konyol
Dalam satu rumah yang nyaman dan harmonis hiduplah 1 keluarga yang terdiri dari bokap, nyokap, gue, adik gue (BAGAS). Inilah keluarga gue. Gue sangat bangga walaupun ekenomi di keluarga gue menengah.
Yang membuat gue sangat bingung adik gue yaitu bagas namanya. Dia orangnya konyol abizzz. Sebenernya adik gue sih orangnya humoris tapi kalau kebangetan, dia ketawa-ketawa sendiri seperti orang kesurupan.
Ketawanya gini,
WKWKWKWKWKWKW
HAHAHAHHAHAHAAHA
HIHIHIHHIHIHIHIHIHIH
CKWCKWKCWKCWKCWKC
Gue sih gak nanggapin kalu dia lagi ketawa seperti itu.
Adik gue sih orangnya simpel banget. Mulai dari rambut yang di sisir ke arah atas, kaos polos, celana pendek tapi gue bingung pada sore hari setelah mandi, gue melihat adik gue memakai celana pendek yang terbalik entah itu disengaja atau tindak. Ya gitu deh adik gue apa adanya, sangking apa adanya ya jadi begitu.
Suatu Hari, saat pulang dari sekolah dan sesampainya di rumah, dia langsung melepas sepatu, baju, celana dan langsung berbaring di kasur kamar gue.
ANEH BANGET KANN…„..
Kalau kita ngobrol dengan dia musti muter-muter gaktau tujuannya mau ngomong apa. Contohnya gini.,
“Lo mau ke mana gas?”
“Ikut ibu ke supermarket.”
Kalau itu tadi jawabnya gue langsung diam dan balik kanan maju jalan.
Saking konyolnya dia di suruh makan aja taoi jawabanya “nanti dulu” atau “gue lagi diet.”
Pas dia bilang gitu gue langsung nyolot,
“diet?, emang badan lo tu seperti apa?”
Dia sadar atau tidak badannya sepertiorang puasa 1 tahun gak makan dan minum.
Soalnya adik gue itu lahir prematur, dalam kandungan nyokap cuma 6 bulan 10 hari. Tapi IQ adik gue ya setara dengan teman-teman sebayanya.
Tapi kalau di suruh belajar sama nyokap susahnya minta ampun.
Kalau udah gue nasehatin terus dia selang 3 menit langsung nagis.
Tapi gue sebagai kakak selalu mendukung dan selalu menasehatinya agar dia gak lebih konyol dari yang gue ceritakin ini.
Kena Apes
Siang hari yang bolong tapi agak mendung sihh. Terdengar suara petir yang menyambar atap genting rumah gue.
Saat itu Ngepasin hari kamis jadwal gue les, tp cuaca tidak memperbolehkan gue untuk pergi, “Si petir cemburu kali” hahahahahhaahha.
Dengan plin-plan mau masuk les apa nggak, gue masih dikamar sambil smsan, ” biasa anak muda”. Gue kaget karena jam dinding di dekat pintu kamar gue menunjukkan pukul 2 siang. Karena gue ingin pintar, gue langsung buru-buru menyiapkan buku-buku pelajaran les.
Saat gue mau berangkat sih cuaca masih mendukung. Dengan bersinarnya matahari yang menyongsong di atas ubun-ubun kepala gue. Setelah mengelurkan sepada motor gue yang butut tapi masih bisa jalan sih dengan kecepatan kurang lebih 120/km. Gue langsung les yang jaraknya dari rumah gue agak jauh lah. Sampai setengah perjalanan tiba-tiba air hujan jatuh dari langit, dengan pakaian yang sudah basah semua. Lalu gue memutuskan untuk berhenti dan berteduh sampai hujan redah.
Sekitar 15 minit kemudian.
EhhHHHHHHhh.,.,.,.,.,
Gue rasa hujannya cuma sebentar doang tapi malah deras. Apalagi gue sudah kedinginan.
Tekat gue membara walaupun basah kuyuh terkena rintihan air hujan, gue harus berangkat dan sampai tempat tujuan.
Kemudian gue langsung tancap gas dengan percikan air hujan yang mengenai seluruh badan gue.
Sesampainya di tempat les, dengan pakainan yang tambah basah kuyuh seperti di rendam didalam mesin cuci. Gue langsung masuk ke dalam kelas sambil menenteng tas yang juga basah. Didepan pintu kelas gue di ketawak-in saman temen-temen yang sudah dimulainya pelajaran
Malam minggu memalukan
Malam minggu sebenernya malam para remaja untuk pacaran, gue malah ada acara nyinom (pelayan hajatan). Keselllll banget gue.
Malam itu gue dan Eko temen gue, berangkat nyinom sekitar jam 20.00 dengan baju hem batik dan jelana panjang berwarna hitam. Gue dan eko jalan menyusuri beberapa rumah dengan menempuh waktu sekitar 3 menitan lah.
Gue merasa tolol banget karena salah memakai baju hem batik sebenernya pakai baju hem berwarna hijau.
“ANJIRRRRRRRR” gue mencerit dalam hati.
“wah kita tolol banget ya yo…” kata si eko.
Tanpa pikir panjang gue langsung ke belakang tempat anak-anak karang taruna nongkrong disana. Gue langsung bersalaman kepada semua yang ada disana.
Gue dan eko disana kayak orang bego tolol bener.,.,.,.,
Disana gue cuman menata makanan dan minuman ke napan (baki).
Setelah itu gue pede aja mau pakai apa kek terserah yang penting gue masih pakek celana dalem. Disana semua kerja bakti tidak ada yang seenaknya sendiri. Banyak orang yang berdatangan untuk berjoget dan minum-minuman beralkohol. Karena ada hiburannya CAMPUR SARI.
Setelah larut malam kurang lebih jam 24.00 Gue dan eko pulang dengan raut muka agak malu. Walaupun Gue kepedean








